Tugas sofstkill kewarganegaraan ( pajak )

Nama         : Ulfah

Kelas           : 3EA14

Npm           : 11209293

 

 

PAJAK PENGHASILAN PASAL 21

PPh 21 adalah Pajak atas penghasilan yang dikenakan atas penghasilan berupa  gaji, upah, honorarium, tunjangan dan pembayaran lain dengan nama dan bentuk apapun yang diterima oleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri  sehubungan dengan pekerjaan atau jabatan jasa dan kegiatan

Unsur-unsur PPh Pasal 21/26 :

  • Wajib Pajak
  • Pemotong Pajak
  • Obyek Pajak
  • Tarif Pajak

Wajib Pajak PPh Pasal 21 :

  • Pegawai Tetap
  • Pegawai Lepas
  • Penerima Pensiun
  • Penerima Honorarium
  • Penerima Upah

Bukan  Wajib Pajak PPh Pasal 21 :

  • Pejabat perwakilan diplomatik dan konsulat atau pejabat lain dari negara asing
  • Pejabat perwakilan organisasi internasional sebagaimana dimaksud dalam keputusan Mentri Keuangan No. 611/KMK.04/1994 sepanjang bukan warga negara Indonesia dan tidak menjalankan usaha atau pekerjaan lain

Pemotong Pajak PPh :

  • Pemberi kerja baik orang pribadi, badan, BUT baik induk maupun cabang
  • Bendaharawan pemerintah pusat /daerah, Instansi, Departemen, KBRI, dll
  • Dana Pensiun, PT. TASPEN, ASTEK, JAMSOSTEK, THT
  • BUMN/ BUMD
  • Yayasan, lembaga, kepanitiaan, asosiasi, organisasi

Bukan Pemotong PPh 21/26 :

  • Perwakilan Diplomatik seperti kedutaan besar negara sahabat
  • Badan / Organisasi Internasional seperti organisasi PBB

Obyek Pajak PPh Pasal 21/26 :

  • Penghasilan Teratur
  • Penghasilan Tidak Teratur
  • Upah harian, mingguan, satuan & borongan
  • Premi asuransi yang dibayar pemberi kerja
  • Uang tebusan pensiun, Pesangon THT, dll
  • Honorarium dengan nama dan bentuk apapun
  • Imbalan dengan nama dan bentuk apapun
  • Penghasilan natura yang diberikan oleh bukan wajib pajak

Tidak Termasuk Penghasilan :

  • Pembayaran oleh perusahaan asuransi
  • Penerimaan dalam bentu Natura
  • Iuran pensiun & THT yang dibayar pemberi kerja
  • Natura yang diberikan oleh pemerintah
  • Kenikmatan Pajak yang ditanggung pemberi kerja

Pengurang Penghasilan yang diperbolehkan :

1. Biaya Jabatan , khusus untuk Peg. Tetap, yaitu :

–  Tanpa melihat memiliki jabatan atau tidak

–  Besarnya 5% dari Penghasilan Bruto maksimum Rp 1.296.000 setahun / Rp 108.000 sebulan

2. Iuran Pensiun dan THT

–   Yang dibayar pegawai

–   Yayasan dana pensiun yang di  setujui menteri keuangan

–   Jumlahnya tidak dibatasi

3. Biaya Pensiun

Khusus untuk penerima pensiun berkala atau bulanan.Besarnya 5% dari uang pensiun maksimu Rp 432.000 setahun / Rp 36.000 sebulan

4. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)

a. Menurut  keadaan  wajib pajak tanggal  1 januari /awal tahun, khusunya WPDN

b. Keadaan pada saat datang ke Indonesia khusus WNA

Besarnya PTKP :

  • WP  sendiri
  • Status Kawin
  • Istri berpenghasilan
  • Tanggunan Mak 3 orang

PTKP untuk istri berpenghasilan tidak digunakan untuk menghitung PPh 21. PTKP ini khusus untuk menghitung bagi wajib pajak orang pribadi yang istrinya berpenghasilan yang wajib menyampaikan SPT Tahunan

Tarif Pajak PPh Pasal 21/26 :

Tarif Pasal 17  (mulai  berlaku 1 Jan 2001 yaitu :

5%   penghasilan s/d Rp 25 juta

10% penghasilan Rp 25 juta s/d Rp 50 juta

15% penghasilan Rp 50 juta s/d 100 juta

25% penghasilan Rp 100 juta s/d 200 juta

35% penghasilan diatas 200 juta

Tarif Pasal 17  berlaku 1 Jan 1995 – 2000 yaitu :

10%   penghasilan s/d Rp 25 juta

15%  penghasilan Rp 25 juta s/d Rp 50 juta

30% penghasilan diatas Rp 50 juta

Tarif Pasal 17 dikanakan atas :

  • Penghasilan Kena Pajak (PKP) dari :

1. Pegawai tetap

2. Penerima pensiun berkala

3. Pegawai tidak tetap

4. Pemagang, calon pegawai

5. Kegiatan Multilevel marketing

Tarif Pasal 17 dikenakan atas :

  • Penghasilan Bruto dari :

1. Honorarium, Bea siswa,  uang saku, hadiah penghargaan, komisi, dll.

2. Honorarium anggota dewan komisaris/ pengawas tidak merangkap peg. Tetap

3. Jasa produksi, tantiem, bonus yang diterima mantan pegawai

4. Penarikan dana pensiun iuran pasti

5. Pembayaran lain : pemain musik, olahragawan dll

Menghitung PKP  ( WNI )

1. Bekerja sejak awal tahun ( Jan – Des )

Penghasilan bruto /bulan                Rp XXX

Biaya-biaya yg diperkenankan      Rp XXX  –

Penghasilan Neto                             Rp XXX  x 12

PTKP                                                  Rp XXX  –

PKP                                                                 Rp XXX

Menghitung PKP  ( WNI )

2. Bekerja pada tahun berjalan ( Sep – Des )

Penghasilan bruto /bulan                Rp XXX

Biaya-biaya yg diperkenankan      Rp XXX  –

Penghasilan Neto                             Rp XXX  x 4

PTKP                                                  Rp XXX  –

PKP                                                                 Rp XXX

 

Menghitung penghasilan neto tidak perlu disetahunkan

Menghitung PKP  ( WNI )

3. Berhenti karena meninggal sebelum tahun pajak berakhir ( misal meninggal  Agustus )

Penghasilan bruto /bulan                Rp XXX

Biaya-biaya yg diperkenankan      Rp XXX  –

Penghasilan Neto                             Rp XXX  x 12

PTKP                                                  Rp XXX  –

PKP                                                                 Rp XXX

Menghitung PKP  ( WNA ) tinggal lebih dari 183 hari di Indonesia

1. Bekerja Sejaka awal tahun ( Jan –  Des )

Penghasilan bruto /bulan                Rp XXX

Biaya-biaya yg diperkenankan      Rp XXX  –

Penghasilan Neto                             Rp XXX  x 12

PTKP                                                  Rp XXX  –

PKP                                                                 Rp XXX

2. Bekerja tidak setahun penuh ( Sep-Des )

Penghasilan bruto /bulan                Rp XXX

Biaya-biaya yg diperkenankan      Rp XXX  –

Penghasilan Neto                             Rp XXX  x 12

PTKP                                                  Rp XXX  –

PKP                                                                 Rp XXX

3. Berhenti bekerja karena meninggalkan Indonesia

Penghasilan bruto /bulan                Rp XXX

Biaya-biaya yg diperkenankan      Rp XXX  –

Penghasilan Neto                             Rp XXX  x 12

PTKP                                                  Rp XXX  –

PKP                                                                 Rp XXX

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s