Mekanisme Kliring, Transfer, dan Portofolio Keuangan

Mekanisme Kliring, Transfer, dan Portofolio Keuangan

1. Mekanisme Kliring

Kliring  adalah  suatu  tata  cara  perhitungan  utang  piutang  dalam  bentuk  surat-surat  dagang  dan  surat-surat  berharga  dari  suatu  bank  terhadap  bank  lainnya,  dengan  maksud  agar  penyelesaiannya  dapat  terselenggara  dengan  mudah dan  aman,  serta  untuk  memperluas  dan  memperlancar  lalu  lintas  pembayaran  giral.

2.     Peserta Kliring:

Peserta  kliring  dapat  dibedakan  menjadi  dua  macam  :

  • Peserta  langsung,  yaitu  :  bank-bank  yang sudah  tercatat  sebagai  peserta  kliring  dan  dapat  memperhitungkan  warkat  atau  notanya  secara  langsung  dengan  B I  atau  melalui  PT  Trans  Warkat  sebagai  perantara  dengan  B I.

Contoh :  Bank  Retail,  Bank  Devisa

Peserta  tidak  langsung,  yaitu  :  bank-bank  yang  belum  terdaftar  sebagai  peserta  kliring  akan  tetapi  mengikuti  kegiatan  kliring  melaui  bank  yang  telah  terdaftar  sebagai  peserta  kliring

Siti Bank memiliki giro bernama Ali. Suatu saat Ali mengirim cek kepada Atun sebesar 50jt, kemudian Atun ingin mencairkan ceknya melalui Karman Bank tetapi tidak bisa langsung mencairkan ceknya. Untuk mencairkan cek, harus melalui perantara ke BI. BI akan menjadi perantara dengan syarat Siti dan Karman mempunyai simpanan di BI. Itu disebut rekening koran pada BI (R/K pada BI), dan jumlahnya minimal 8% dari deposit.

Akhirnya setelah Atun dapat mencairkan cek melalui BI, nama suratnya adalah Nota debet keluar. Dana Karman pada BI bertambah dan dana Siti pada BI berkurang sebesar 50jt. Prosesnya, uang di Giro Ali dikirim ke BI, dari BI uang Siti dikirim ke Karman dari simpanan BI, lalu dikirim ke Atun.

Nota debet terjadi jika Karman menerima cek dari bank lain dan harus menagih ke bank lain.

  • Ada transaksi lain di kliring

Suatu saat Atun mengirim uang ke Ali sebesar 20jt. Atun datang ke Karman untuk meminta dikirim ke Ali. Lalu Karman mengirim surat lagi ke BI, itu disebut dengan nota kredit keluar sebesar 20jt. Dan uang di giro Ali akan bertambah. Tapi ternyata Ali tidak memiliki uang, maka Siti membuat surat namanya adalah Tolakan Kliring.

  • +  menang kliring

Jika menang akan menambah simpanan pada BI (+ R/K pada BI).

  • – kalah kliring

Jika kalah akan mengurangi R/K pada BI (- R/K pada BI).

Andaikan Siti kalah kliring. Siti menyimpan uang di BI 8% dari deposit sebesar 100jt. Maka siti menyimpan uang di BI sebesar 8jt, dan Siti kalah 2jt. Sehingga dana Siti berkurang menjadi 6jt. Dengan adanya kekurangan 2jt ini dicari dengan cara call money (pinjam ke bank lain), hitungannya pernight (p.n). Call money adalah pinjaman antar bank karena peristiwa kliring

Dari peristiwa itu, Siti mengantisipasi dengan menyimpan dana di BI sebesar 12jt.

  • 8jt wajib, disebut dengan Reserve Requirement
  • Sisanya 4jt, disebut dengan Excess Reserves

Jika bank menyimpan dana kurang dari 8%, maka bank itu tidak boleh melakukan kliring, sehingga tidak bisa menjadi bank.

 2.  Mekanisme Transfer

Melakukan transfer menggunakan Rekening antar kantor (RAK). Siti dan Karman dapat melakukan kliring jika sama-sama berada di wilayah Jakarta. Jika berbeda daerah, itu dinamakan Transfer.

 Contoh kasus

  • BI adalah tempat pertemuan antara Bank Siti dengan Bank Karman. Dengan persyaratan, masing-masing bank baik Bank Karman dan Bank Siti memiliki saldo atau rekening koran pada BI.
  • Atun merupakan nasabah dar Bank Karman
  • Sedangkan Ali merupakan nasabah dari Bank Siti

Pada suatu hari Ali  ingin membeli barang di Atun dengan pembayarannya menggunakan cek sebesar Rp 50.000.000,-. Pada saat itu transaksi di Bank Siti atas rekening Ali  belum terjadi karena Atun belum mencairkan cek tersebut. Di lain pihak, Atun tidak ingin mencairkan cek tersebut melainkan cek tersebut akan ditabungkan oleh Atun ke tabungannya di Bank Karman. Pada saat Atun mendatangi Bank Karman untuk bermaksud menabungkan cek tersebut ke tabungannya, transaksi itu tidak langsung terjadi begitu saja melainkan pihak Bank Karman akan mengirimkan surat pemberitahuan kepada BI bahwa tabungan Ali  yang ada di Bank Siti akan dipotong sebesar Rp 50.000.000,- dan uang tersebut akan ditabungkan di Bank Karman atas nama nasabah Atun, atas pembelian suatu barang sebesar Rp 50.000.000,-. Surat yang dikirimkan kepada BI ini sering disebut nota debet keluar. Dan mencatat transaksi tersebut dengan mendebet rekening koran pada BI dan mengkredit tabungan Atun yang masing-masing berjumlah Rp 50.000.000,-.

Kesimpulan

  • Akhirnya setelah atun dapat mencairkan cek melalui perantara BI, nama suratnya nota debet keluar dan dana dari Bank Karman pada BI bertambah dan dana dari Bank Siti berkurang pada BI sebesar Rp 50.000.000
  • Nota debet yaitu surat penagihan, nota debet terjadi jika Bank Karman mencairkan cek dari bank lain.

Asset

  • Cash Reserves :

–        Kas : misalkan pada awal bulan bisa ada kas lebih besar.

–        R/K pada BI : R/K BI ada aturannya, yaitu minimal 8% dari deposit.

  • Loan : Cash Out Flow terbesar

LDR (Loan to Deposit Ratio)

Peraturannya kredit maksimal 110% dari deposit, 110% ditutup dari modal masing-masing bank.

LDR mengandung dua pengertian :

  1. Multiplier : bank sebagai multiplier dari fungsi keuangan, pengganda uang.
  2. Kehati-hatian : bahwa setiap kredit yang disalurkan harus memasukkan modal dari bank tersebut.

KUR / KUK / KUKM : minimal 20% dari loan. Ini berlaku pada loan.

  • Securities

–        Call money

–        Obligasi dan Stock

Jika bank membeli obligasi di pasar uang, pengurang lain akan dicatat di securities.

2 produk besar pada bank adalah Kredit (i2) dan Deposit (i1).

Liabilities

  • Deposit :

–        Tabungan (saving deposit)

–        Giro (demand deposit)

–        Deposito (time deposit)

Dari ketiga macam deposit, dinamakan dengan dana pihak ketiga (cash inflow terbesar)

  • Securities :

–        Kredit Likuiditas BI (KLBI)

–        Call money

–        Pinjam holding

–        Obligasi

Dari keempat macam securities dinamakan dana pihak kedua.

  • Capital :

–        Stock / Saham

–        Modal sendiri

Dari kedua macam capital, dinamakan dana pihak pertama.

This entry was posted in Komp.Lembaga Keu Perbankan, Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s